Jumat, 05 Oktober 2018

Pikirku mulai menerawang akan kegilaanku. Tulisan ini pun mulai menampakkan ketidakjelasan tujuan,  karena ketidak singkronan antara rasa, asa dan pikiran. 
Ya semua semakin tidak jelas, tubuh ini semakin tidak jelas dengan rasa,  pikiran, asa,  apakah masih ada pengharapan, ups.... Semua ini hanya sebuah ketidaksingkronan rasa aja teman.
Aku masih baik-baik saja begitu juga dengan hati,  pikiran,  rasa dan asa ku masih tetap sama dan utuh seutuh tubuhku,, tenang teman masih ada Yesus dalam diri ini, aku tidak pernah meragu akan pengharapan karena janji Tuhan Yesus itu pasti.

Senandung

Sang waktu yang sombong
Bongkar penindasan
Hantam dinding keangkuhan
Gilas terik mentari
Bongkahan angin kosong
Sapu bersih sang lembayung

Kamis, 17 Agustus 2017

Teruntuk kakek

Kami tak mengerti akan takdir
Namun kami mengerti arti kehilangan
Kini kami rindu sosok penyayang
Kini kami rindu sosok pelindung
Kini kami rindu memanggil dirimu kakek

Bagi kami kakek sungguh luar biasa
Bagi kami kakek kasih tak bertepi
Kakek adalah penyemangat
Kakek adalah kasih tak bersarat

Kakek kini kami hanya mengenangmu
Mengenangmu....ada senyum....
Mengenangmu... ada tawa....
Mengenangmu....ada duka...duka karena kini kau tak bersama-sama kami.

Kehilanganmu adalah tangis kami kakek
Mengenangmu adalah obat rindu kami

Kini kami hanya bisa ucapkan
Yesus titip rindu kami untuk kakek
Yesus jaga kakek untuk kami
Yesus katakan pada kakek kami baik-baik

Kamis, 26 April 2012

JIWA

Getar getir aku menunggu kejutan dariMU
KAU beri aku alam yang indah
KAU beri aku alam yang gelisah
hingga paru-parunya berkarat
memuntahkan lahar yang mematikan
gelombang gelisah mampu meluluhlatahkan rasa

Getar-getir aku menunggu kejutan dariMU
namun KAU minta cintai rasamu.

CATATAN BIRU 1

Hadir dan mengalir...inilah kehidupan, pada saat kita hadir ada masalah, mengalirlah dalam masalah itu jangan pernah kita menghindar atau lari dari masalah selesaikan masalah itu agar tidak ada rasa  nyaman yang tertinggal. Hidup yang kini aku jalani merupakan campur tangan Tuhan.
 
Aku menyerahkan semua hidupku ketanganNYA, belajar untuk mensyukuri hidup tidak mudah tapi untuk menuju kesana perlu proses dengan pembelajaran....hingga benturan demi benturan mengubah kita menjadi manusia yang layak di mata Tuhan.
 
Kepergian kedua orang tuaku itu bukan kehendak mereka namun itu adalah kehendak Tuhan karena tugas mereka di dunia ini telah selesai dan hasilnya manis. Kuyakini Mamah dan papah duduk bersama sang Jurus Selamat Dunia. 
 
Tuhan tidak mudah aku menjalani kehidupan ini aku tidak dapat mengadu semuanya aku telan sendiri, kegelisahan jiwa, kesenangan jiwa....hanya padaMUlah aku meletakkan semua beban hidupku.

Kamis, 11 November 2010

Catatan kecil dari anak kecil

Sesungguhnya marilah kita berpikir yang sangat sederhana dalam memandang hidup dan menjalani hidup dengan cara mensyukuri yang telah di berikan kepada kita akan tetapi selalu ada kata yang mengamankan diri dengan mangatakan "Aku hanya manusia biasa, yang diselimuti oleh kemauan daging yang sangat luar biasa". Berkembanglah dengan alami jangan memaksa menjadi orang besar di atas penderitaan orang lain.
Bagaimana kita menjadi negera yang besar dan bermartabat kalau kita sendiri telah melupakan leluhur kita dan budaya kita. Kita adalah negara yang besar karena sumber alamnya luar biasa indahnya. Jangan pernah kita menjual harga diri kita untuk kepentingan kelompok dan individu. Kita mesti belajar untuk hidup baik itu orang besar maupun orang kecil, orang besar jangan mengambil keuntungan dari kelemahan orang kecil dan orang kecil jangan terlena dengan janji sesaat yang menyakitkan. 
Kita tidak pernah berkaca bagaimana wajah kita saat kita menjadi orang biasa dan menjadi orang  luar biasa yang melahirkan taktik dan tipu muslihat dalam diri maupun dalam kelompok bahkan bisa mencapai tarap universal. Koropsi misalnya di negeri ini merupakan KANKER, HIV sampai ke AIDS yang sudah mencapai stadium lanjut yang berlahan akan membunuh sistem kepemerintahan.
Ini merupakan pemikiran dari pemikiran orang pinggiran 


Kamis, 04 November 2010

Indonesia

Jangan tanyakan siapa yang salah??
bumi hanya ingin memuntahkan kotorannya.
Jangan tanyakan siapa yang bertanggungjawab?
hanya bumi dan Tuhanlah yang punya jawaban

Bumiku mual
memuntahkan lahar, debu dan bah
Bumiku marah
menghanguskan lahan dan hutan

Sekarang....
bumiku sakit
detak jantungnya tak seimbang
ginjalnya dalam keadaan awas siaga satu

jangan tanya siapa yang salah
jangan tanya siapa yang bertanggungjawab
tanyakan pada langit 
betapa kita malu pada matahari
dalam kesetiaannya menjaga cahayanya

keserakahan 
kepicikan 
kelicikan
iri...membuat bumiku sakit.